Visualized

Sadness..

I feel sad for the thing(s) I don’t know what it is..


Mimpi.. Dan Artinya..

Seringkali aku berpendapat bahwa mimpi adalah kemampuan otak untuk menciptakan visualisasi imaginatif saat tidur. Aku menganggapnya ‘lamunan’ jikalau sedang bangun.

Pada sumber lain, mimpi diartikan sebagai bunga tidur, penyampai pesan, dan gangguan mahluk halus.

Seringkali kalo mendapatkan mimpi dan aku masih ingat apa yang kuimpi, aku mencari makna atau arti mimpi tersebut. Pergi ke toko buku dan kemudian mencari buku arti mimpi untuk sekedar mencari tau apa ‘pesan’ dari mimpi tersebut. Jikalau tak ada waktu ke toko buku, maka Google menjadi alternatif.

Siapa yang tak kan senang jika mengetahui arti mimpinya ternyata menyiratkan hal-hal baik, dan siapa yang tak kan was-was jika tau bahwa arti mimpinya adalah hal-hal yang mengerikan, menandakan musibah, atau yang terburuk sekalipun.. kematian..

Dua minggu yang lalu, saat tidur siang aku bermimpi gigiku patah. Sangat jelas tergambar dibenak dan teringat sampai aku bangun tidur. Aku pun segera membuka Google melalui hp dan mencari-cari artinya. Pada beberapa tautan yang ku buka, semuanya menyatakan bahwa mimpi patah gigi bermakna akan kehilangan seseorang kerabat atau kenalan atau keluarga. Aku sangat terkejut ketika mengetahui arti mimpi tersebut. Terbayang lah wajah-wajah orang terkasih.. Tidaaak..

Ya.. sehari, dua hari, tiga hari, tidak ada berita yang tidak diinginkan. Kemudian, setelah aku mulai lupa dgn mimpi tersebut, ayahku memberi kabar bahwa beberapa hari yang lalu seorang paman yang tinggal di kota lain meninggal secara mendadak. Aku pun segera teringat mimpi patah gigi itu? Mungkin kah mimpi itu pertanda? Aku hanya terdiam..

Lain mimpi lagi.. Ini mimpi yang ku dapat pada pagi hari seminggu yang lalu. Di mimpi itu, aku kehilangan sebuah mobil Ford Fiesta berwarna merah di parkiran. Waw.. walaupun kehilangan itu hanya dalam mimpi dan di dunia nyata aku tidak memiliki mobil tersebut, aku bisa merasakan emosi yang sangat bergejolak di dada, selayaknya itu benar terjadi. Lagi.. Aku penasaran apakah ada arti dari mimpi kehilangan sebuah barang?!

Ya, Google sekali lagi mengarahkan pada tautan-tautan yang memberikan informasi arti mimpi tersebut. Arti mimpi tersebut adalah.. si pemimpi akan mendapatkan kesusahan selama beberapa hari.. oh my.. apalagi ini pikirku.. aku pun waspada selama hari-hari sesudah mimpi..

Ternyata yang aku rasakan adalah kepadatan pekerjaan yang harus aku hadapi. Mulai dari melaksanakan tugas administratif sebagai sekretaris, melaksanakan tanggung jawab memeriksa tugas-tugas mahasiswa sebagai seorang dosen, dan melayani tamu universitas dari Australia. Daaannn.. ditengah kesibukan itu semua, ada kejadian-kejadian dalam keluarga. Ayahku mengalami kecelakaan mobil di hari kakakku melahirkan. Karena aku tinggal di kota yang berbeda dengan mereka, aku pun memutuskan untuk segera mendatangi keluargaku. Sepuluh jam perjalanan dengan bis. Setibanya di kota tempat orang tua dan kakakku, aku pun berusaha tetap tabah dengan kejadian yang menimpa ayahku. Aku pun mengantar dan menjemput ibuku ke tempat kakakku untuk membantunya di awal masa persalinan. Saat keadaan seperti ini, aku pun mendapat kabar bahwa aku harus segera kembali ke kota tempat ku bekerja. Tugas sebagai penguji seminar proposal skripsi mahasiswa dan juga sebuah pertemuan yang memakmurkan masa depan ku. Yah.. aku memutuskan untuk pulang dan melanjutkan aktifitas walau berat hatiku meninggalkan keluarga ku dalam keadaan seperti ini.. T.T

Mimpi.. awalnya aku yakin itu hanya lamunan saat orang tidur.. namun, mungkin juga itu adalah sebuah peringatan awal terhadap hal yang akan kita hadapi.. percaya atau tidak? Jawabannya pada Anda sendiri..


Pernah kah Anda bepergian ke suatu tempat?

Saat kenalan Anda tau Anda sedang bepergian ke suatu tempat, apakah kenalan Anda minta dibawakan oleh-oleh?

Seringkali, Ya. Dan bagaimana tanggapan Anda? Cuek? Mengiyakan?

Awalnya saya pernah bersikap seperti itu. Minta oleh-oleh saat tau ada teman yang berangkat ke daerah/negara lain. Tapi, sikap seperti itu tidak berlangsung lama. Karena ada teman yang menyadarkan saya.

Begini ceritanya…

Pada tahun 2006, ada seorang teman yang berangkat ke London. Ya, teman itu berangkat ke London untuk jalan-jalan. Bukan urusan negara, bukan pula tujuan sekolah. Saat tau ada teman yang mau ke luar negeri, saya juga ikut bahagia dan sukacita (padahal yang berangkat orang). Terucap lah kata-kata “oleh-oleh” tersebut. Waktu itu ekspresi teman saya biasa saja, dia hanya tersenyum. Saya juga tersenyum karena yakin akan dibawakan oleh-oleh.. (dari London loh…).

Singkat cerita, setelah 1 bulan di Inggris, teman saya datang. Dia pun datang ke kantor untuk membagikan oleh-oleh kepada kami. Usai pembagian oleh-oleh, dan saat jumlah orang sudah mulai berkurang, dia pun memulai bercerita tentang pengalaman satu bulannya di London, mulai dari cerita tentang alamnya, orang-orangnya, sampai budayanya.

Semuanya diceritakan sambil kami melihat foto-foto digital dari perjalanannya melalui layar komputer. Sampai pada akhirnya, dia cerita tentang budaya orang setempat. Cerita ini lah yang akhirnya menampar muka saya sekaligus menyadarkan saya. Sungguh.. saya bersyukur atas apa yang diceritakan teman ini.

Salah satu budaya orang Inggris adalah tidak meminta oleh-oleh saat tau ada kenalan yang berangkat entah kemana pun itu. Teman saya menceritakan bahwa ‘oleh-oleh’ merupakan hak orang yang melakukan perjalanan. Bagaimana kalo kenalan yang berangkat itu bawa uang pas-pasan? Tentunya uang sudah dialokasikan untuk kebutuhan utama saat perjalanan. Nah, kalo teman-teman di Kampung Halaman sudah mewanti-wanti minta oleh-oleh, tentunya hal ini akan memberatkan orang yang berangkat.

Bukan kah akan menjadi beban jika kita minta bawakan oleh-oleh? Teman yang berangkat kan harus mikirin oleh-oleh yang pas dengan harga yang pas supaya tidak mengecewakan? Atau mungkin ada teman yang sudah menentukan bentuk oleh-olehnya. Bagaimana jika pesanan tersebut tidak ada?

Nah.. semenjak saya mendapat pelajaran itu, saya tersadar tentang budaya oleh-oleh. Memang, sebelum 2006 itu saya tidak pernah ke luar pulau, apalagi ke luar negeri. Jadi saya belum pernah di minta oleh-oleh oleh siapapun. Makanya, saya tidak pernah sadar dengan ketidaknyamanan permintaan oleh-oleh.



Garuda Wisnu Kencana



Diving at Tanjung Benoa



Pulau Penyu



Chocolate



Sangeh



Bedugul



Kintamani


13
To Tumblr, Love PixelUnion